Memori Penjual Jamu Rieke

Memori Penjual Jamu Rieke
Memori Penjual Jamu Rieke
JAKARTA - Semangat Rieke Dyah Pitaloka begitu menggebu jika bicara tentang jamu. Tentunya jamu tradisional khas Indonesia yang banyak ditemui terutama di pulau Jawa. Alasannya bukan karena anggota Komisi IX DPR RI itu adalah salah satu ikon produk jamu. Tapi karena dia dulunya adalah penjual jamu keliling.

   

”Ibu saya dulu adalah penjual jamu. Dan saya juga jualan jamu,” akunya, bangga saat menghadiri rapat dengar pendapat untuk pembentukan panitia kerja jamu di gedung DPR RI, Rabu (19/05).

   

Rieke bercerita bahwa dirinya dulu berjualan jamu mengayuh sepeda berkeliling pada pagi hari di tempat tinggalnya di kawasan Garut, Jawa Barat. Jamu tradisional produksi ibunya itu disimpan dalam beberapa botol dan ditempatkan di keranjang yang kemudian diikatkan di boncengan sepedanya. ”Lumayan lama, sejak SD sampai SMP, bahkan sampai SMA juga,” ungkap perempuan kelahiran Garut, 9 Januari 1974, itu.

   

Bisa jadi, kata Rieke, gara gara jualan jamu itu lah dirinya bisa sampai ke DPR karena uang untuk biaya sekolah akhirnya bisa terpenuhi. Sayang, Rieke lupa berapa omset rata rata per harinya. ”Saya sepakat jamu ini memang menghidupi banyak orang. Saya sepakat jamu tradisional kita harus mendapat perlindungan dari pemerintah karena banyaknya jamu impor. Bicara jamu ini bicara nasionalisme,” tegas ibu satu anak itu. (gen)

JAKARTA - Semangat Rieke Dyah Pitaloka begitu menggebu jika bicara tentang jamu. Tentunya jamu tradisional khas Indonesia yang banyak ditemui terutama


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News