Mengamuk, Menyerang Polisi dengan Sajam, Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur Ditembak Mati

Mengamuk, Menyerang Polisi dengan Sajam, Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur Ditembak Mati
Kapolres Polewali Mandar AKBP Ardi Sutriono (kiri) menunjukkian barang bukti senjata tajam (badik) yang digunakan terduga pelaku menyerang polisi, Sabtu (24/4). (ANTARA/HO/Humas Polda Sulbar)

jpnn.com, MAMUJU - AZ, seorang pelaku pencabulan anak di bawah umur di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditembak mati oleh polisi, Jumat (23/4).

Polisi terpaksa menembak pelaku yang mencoba melawan dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam (sajam).

Kapolres Polewali Mandar Ajun Komisaris Besar Polisi Ardi Sutriono mengatakan pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap AZ karena sempat mengamuk dan menyerang polisi saat diperiksa di Mapolres Polewali Mandar.

"Kami terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur karena tersangka AZ melawan saat dilakukan pemeriksaan," kata Ardi Sutriono kepada wartawan, Sabtu (25/4).

Dia menjelaskan peristiwa berawal saat AZ datang bersama kepala Desa Tandasura ke Polres Polewali Mandar, pada Jumat (23/4), untuk diperiksa sebagai tersangka atas dugaan pencabulan terhadap tiga anak yang masih di bawah umur.

Pemeriksaan terhadap AZ, lanjut Kapolres, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/ 75/ III/ 22 Maret 2021.

Ketika ditanya keberadaan barang bukti senjata tajam yang digunakan mengancam korban, terduga pelaku mengatakan bahwa badik tersebut disimpan di dalam bagasi motornya. Selanjutnya pelaku menyerahkan kunci motornya kepada salah seorang penyidik unit PPA.

"Pada saat penyidik keluar ruangan untuk mengambil badik di dalam motor, tersangka terlihat gelisah dan meminta izin ke toilet. Namun, penyidik yakni Bripka Munawir melarang AZ meninggalkan ruang pemeriksaan, akan tetapi tersangka tetap memaksa keluar sambil mengeluarkan badik dari celananya," ujarnya.

Kemudian, lanjut Kapolres, tersangka keluar dari ruang pemeriksaan di Unit PPA dan langsung mengejar Briptu Suhardiman yang sebelumnya akan mengambil badik di bagasi motor.

Kapolres Polewali Mandar Ajun Komisaris Besar Polisi Ardi Sutriono menjelaskan kronologi penembakan terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur. Pelaku melawan, mengejar petugas dengan senjata tajam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News