Menhub Pastikan Kesiapsiagaan Letusan Gunung Agung

Menhub Pastikan Kesiapsiagaan Letusan Gunung Agung
Gunung Agung dinaikkan statusnya dari siaga menjadi awas, Jumat (22/9). Foto: Agung Bayu/Bali Express

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Kaya Sumadi menyampaikan skenario kesiapsiagaan sebagai antisipasi letusan Gunung Agung di Provinsi Bali, telah disiapkan.

Saat ini, jajaran Kemenhub tinggal menjalankan skenario yang telah dibuat bila sewaktu-waktu Gunung Agung yang telah berstatus Awas, benar-benar meletus.

"Kami mempersiapkan saja misalkan terjadi hal yang tidak diinginkan," ujar Budi di kompleks Istana Negara Jakarta, Kamis (28/9).

Setidaknya akan ada dua hal yang dilakukan jajaran Kemenhub terhadap situasi Gunung Agung. Pertama, menyiapkan manajemen untuk mengontrol bila pesawat tidak bisa mendarat maupun lepas landas di Bandara Ngurah Rai.

"Kami menunggu informasi dari BMKG. Saat tak bisa mendarat, kami siapkan bandara terdekat seperti Banyuwangi, Surabaya, Ujung Pandang. Total ada 10 bandara. Urutannya tergantung bagaimana itu akan dilakukan," jelas Budi.

Yang kedua, terkait situasi di Bandara Ngurah Rai sendiri saat terjadi letusan. Diprediksi ada 5.000 penumpang yang harus dievakuasi. Berbagai skenario pun menurutnya telah disiapkan.

"(Skenario) sudah saya rapatkan dengan AP I dan Airnav. Ada 100 bus telah disiagakan untuk proses evakuasi penumpang," tandas dia.(fat/jpnn)


Ada dua hal yang dilakukan jajaran Kemenhub terkait situasi Gunung Agung.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News