Menjelang Pencoblosan, Suara Rakyat Inginkan Pemilu Satu Putaran

"Elektabilitas pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Gibran semakin tak terbendung. 54,8% telah menjatuhkan pilihannya kepada paslon Prabowo-Gibran," terang Igor.
Di posisi kedua, ada paslon nomor urut 01 yakni Anies Rasyid Baswedan yang berpasangan dengan Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Skor mereka adalah 24,3%.
Sementara di posisi ketiga ada paslon nomor urut 03 yakni Ganjar Pranowo dan Prof Mohammad Mahfud MD. Mereka menduduki posisi di 16,1%. Sementara undecided voters masih sebanyak 4,8%.
Sehingga dengan disparitas persentase yang sangat tinggi antara paslon 01 dengan 02 pun, Igor menilai bahwa peluang kemenangan Pilpres 2024 akan diraih oleh Prabowo Gibran.
"Gap elektabilitas Prabowo-Gibran dengan dua paslon lainnya sangat besar. Sehingga bila seluruh undecided voters ditambahkan kepada kedua paslon sudah tidak akan mampu menggeser klaim kemenangan dari paslon Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024," ucapnya.
Sekadar diketahui, bahwa survei tersebut dilakukan dalam rentang waktu 5 - 8 Februari 2024 dengan menggunakan metode random digit dialing dan menggunakan bantuan kuesioner yang dilakukan oleh surveyor terlatih.
Dalam pengambilan sample, SPIN melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Hasilnya, margin of error (MoE) kurang lebih 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. (dil/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Dari data yang didapat, Igor menyebut bahwa mayoritas mereka menginginkan agar Pemilu 2024 berjalan satu putaran saja
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Wapres Gibran
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah