Menkeu Koreksi Proyeksi Ekonomi 2009

Menkeu Koreksi Proyeksi Ekonomi 2009
Menkeu Koreksi Proyeksi Ekonomi 2009
JAKARTA—Turunnya volume dan nilai ekspor/impor yang terjadi sejak Oktober 2008 hingga Januari 2009 berimbas pada proyeksi ekonomi Indonesia. Target pertumbuhan yang tadinya disetting di angka 5,0 persen, kini koreksi menjadi 4,7 persen. “Proyeksi ekonomi 2009 akan meleset. Ini dilihat dari pertumbukan ekspor/impor melalui Tanjung Priok mengalami penurunan selama empat bulan terakhir,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja Komisi XI DPR, di Jakarta, Kamis (5/2).

Proyeksi 5,0 persen yang awalnya diajukan pemerintah, menurut Menkeu dengan asumsi pertumbuhan ekspor dan impor masih sekitar lima persen dan pertumbuhan investasi tidak memburuk. “Proyeksi 4,7 persen masih bagus di tengah situasi pertumbuhan ekonomi 2009 yang diperkirakan akan melambat.”

Lebih lanjut dikatakan, pertumbuhan ekspor akan mengalami penurunan, sehingga berada pada kisaran 0-5 persen dengan perkiraan tengah sebesar 2,5 persen bahkan satu persen. Angka itu jauh beda dengan 2008 yang mencapai 9 persen-10 persen.

Untuk asumsi makro lainnya, Menkeu menyebutkan, harga minyak USD 45 dolar per barel, kurs sebesar Rp 11.000 per dolar AS, inflasi 6,2 persen, dan suku bunga SBI 3 bulan 7,5 persen. Sementara itu Deputi Senior Gubernur BI Miranda Goeltom mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi 4,5 persen - 5,5 persen masih berada dalam kisaran 4 persen - 5 persen yang diusulkan BI. “Kita tetap pada proyeksi awal, angka pertumbuhan di kisaran empat sampai lima persen,” pungkasnya. (esy)


JAKARTA—Turunnya volume dan nilai ekspor/impor yang terjadi sejak Oktober 2008 hingga Januari 2009 berimbas pada proyeksi ekonomi Indonesia.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News