Menpora: LPI Ramaikan 'Sunatan'

Menpora: LPI Ramaikan 'Sunatan'
Demi Merah Putih. Foto: Hendra Eka/Jawa Pos
JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng kembali menegaskan sikapnya yang mendukung Liga Primer Indonesia (LPI). Selain berargumen dengan landasan yuridis, menteri asal Makassar itu juga beralasan bahwa LPI merupakan terobosan alternatif bagi penyelenggaraan turnamen sepokbola di tanah air. LPI, katanya, tidak membebani keuangan negara maupun keuangan daerah.

"Kalau atas biaya sendiri, tidak ada uang dari pemerintah, tidak ada uang dari APBD, tidak ada uang dari PSSI, ya itu bagus. Seperti turnamen voli saat 17 Agustusan, untuk bentuk masyarakat mendukung olahraga," terang Andi Mallarangeng dalam diskusi bertema 'Menyongsong Indonesia 2011' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (8/1).

Secara berkelakar, Andi yang juga politisi Partai Demokrat itu mengumpamakan keberadaan LPI seperti seseorang yang punya hajatan sunatan, dengan menggelar turnamen tenis meja alias pingpong. "Seperti Sukardi (pengamat politik Sukardi Rinakit yang juga hadir sebagai pembicara diskusi, red) mau sunatan, lantas membuka turnamen pingpong, kan sunatannya akan lebih ramai, ngapain ditanya izin ini izin itu?" kata Andi disambut gelak tawa hadirin.

Lagi-lagi Andi menjelaskan mengenai dasar hukum mengapa pemerintah mendukung LPI. Katanya, berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Olahraga Nasional, yang berhak mengurusi olahraga profesional adalah menpora, yang dibantu Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Kalau untuk sepakbola amatiran, memang PSSI. Andi mengakui, memang selama ini peran BOPI kurang terlihat. "Tapi saya kembalikan lagi fungsi dan perannnya sesuai UU dan Peraturan Pemerintah," tegasnya.

JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng kembali menegaskan sikapnya yang mendukung Liga Primer Indonesia (LPI). Selain berargumen

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News