Menyerahkan PKBL kepada Ahlinya

Menyerahkan PKBL kepada Ahlinya
Menyerahkan PKBL kepada Ahlinya
Sama sekali manajemen PLN tidak disiapkan untuk membina pengusaha kecil dan mikro yang begitu rumit, apalagi masal.Tapi, BUMN-BUMN tersebut punya kewajiban menyalurkan sebagian labanya untuk membina pengusaha kecil dan mikro. Nilainya juga sangat besar. Kalau ditotal, seluruh BUMN bisa mencapai triliunan rupiah juga.

   

Akibatnya, perhatian manajemen terbagi. Bahkan, bisa-bisa terjerat oleh keruwetan pertanggungjawaban keuangan yang njelimet. Saya tidak rela kalau manajemen setiap BUMN gagal menjalankan tugas utama karena perhatiannya tersedot ke masalah ruwet yang di luar tugas utamanya.

   

Bagi lembaga-lembaga yang sudah sangat profesional membina pengusaha kecil dan mikro, pekerjaan tersebut bisa jadi tidak berat. SDM-nya memang disiapkan untuk itu. Sistem dan manajemennya sangat spesialis. Mungkin mereka ini juga pusing kalau harus memikirkan listrik karena memang tidak disiapkan untuk itu.

   

Mungkin bekerja sama dengan lembaga yang sudah teruji dan tepercaya akan lebih tepat untuk menyelesaikan tugas BUMN dalam membina usaha kecil dan mikro. Saya tahu ada Komunitas Tangan di Atas, ada Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Ustad Syafii Antonio, ESQ, dan sebangsanya. Di Jateng juga ada lembaga seperti Qoryah Thoyyibah. Saya yakin masih banyak lembaga lain yang saya belum mengetahuinya.

   

PADA bulan puasa nanti saya ingin mengundang lembaga-lembaga masyarakat yang selama ini menangani penyaluran dana untuk pengusaha kecil dan mikro.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News