Meski Agama Berbeda, Air Mata Derita Tetap Sama

Meski Agama Berbeda, Air Mata Derita Tetap Sama
Sampul Film Nostra Aetate. FOTO: Hermawi Taslim for JPNN.com

“Hanya dengan perdamaian, dialog antar agama dan persahabatan, penderitaan dunia akan terselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Hermawi Taslim menguraikan bahwa suatu bangsa yang tercabik-cabik karena perang ataupun penindasan, akan sangat mengerti apa kata perdamaian. Kata itu (perdamaian – red) diperlukan bagi mereka yang hidup dalam diskriminasi, penganiayaan dan penindasan.

Para tokoh agama di manapun memegang peran penting dalam membangun perdamaian yang dibutuhkan setiap bangsa di manapun mereka berada.

“Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menciptakan perdamaian, kesetaraan, dan juga meniadakan penindasan? Kesejahteraan, saya kira salah satu poin penting yang perlu digarisbawahi oleh para tokoh agama. Bagaimana para tokoh agama menawarkan kesejahteraan itu terkait dengan perdamaian. Kita boleh berbeda agama tetapi soal penderitaan, perang, penindasan adalah sama bagi setiap orang tanpa melihat suku, agama ataupun ras,” ujar Hermawi Taslim dalam siaran persnya dari Roma, Italia kepada Redaksi JPNN.

Menurut Hermawi Taslim, pada acara Pembukaan Konferensi, masing-masing pemuka agama yang hadir mendapat kesempatan untuk memberi sambutannya, termasuk dari Hindu, Islam Sunni, Islam Siah, Budha, Sikh, Dewan Gereja Sedunia, Yahudi, Aliran Kepercayaan Tradisional Afrika dan Focolare Movement.(fri/jpnn) 

ROMA - Agama boleh berbeda-beda, namun air mata derita umat manusia tetap sama. Oleh karena itu, penting bagi para pemuka seluruh agama di dunia


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News