Modal SBY: Yang Tertunda & Yang Terwujud

Modal SBY: Yang Tertunda & Yang Terwujud
Modal SBY: Yang Tertunda & Yang Terwujud
"PAK SBY, Pak SBY," sapa penumpang kereta api yang berjubel di Stasiun Kota, Jakarta, Kamis 15 Januari 2009 lalu. Mereka merangsek mendekat, ingin bersalaman. Presiden RI ini lalu mengajak ngobrol seorang calon penumpang kereta jurusan Jakarta-Tegal Arum. SBY senyum. Rupanya tarif kereta ekonomi telah diturunkan sekitar 8 persen, menyusul turunnya harga BBM yang berlaku mulai hari itu.

Rombongan SBY juga meninjau SPBU di Jalan Pemuda Rawamangun, dan SBY bercengkerama dengan sorang konsumen BBM. Presiden bertanya, apakah bisa berhemat dengan penurunan harga BBM? Yang ditanya dengan bahasa tubuh, yang tak diplomatis dan tak berbohong, serta merta mengangguk-anggukkan kepala.

Suasana di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur lebih meriah. Ratusan calon penumpang mengerubungi stasiun yang tampak bersih tanpa bau-bau aneh, padahal sehari-harinya begitu kumuh. Di sini pun harga tiket menuju Madura di Jawa Timur sudah turun dari semula Rp 200 ribu menjadi Rp 180 ribu. Ke Jogja hanya Rp 160 ribu dari tadinya Rp 175 ribu.

Saat SBY bergegas meninggalkan kerumunan itu, terdengar pekikan antusiasme penuh suka cita. “Hidup SBY, hidup SBY..,” teriak mereka. Padahal, SBY datang bukan untuk kampanye Pemilu atau Pilpres 2009.

"PAK SBY, Pak SBY," sapa penumpang kereta api yang berjubel di Stasiun Kota, Jakarta, Kamis 15 Januari 2009 lalu. Mereka merangsek mendekat,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News