Monumen Duka di Tigaras dan Kenangan tentang KM Sinar Bangun Nahas

Monumen Duka di Tigaras dan Kenangan tentang KM Sinar Bangun Nahas
Monumen KM Sinar Bangun di Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Bangunan tinggi yang terdiri atas tiga bagian itu adalah monumen untuk mengenang tragedi KM Sinar Bangun. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.com

Menurut Juninho, para keluarga korban begitu berharap sanak mereka yang menumpang KM Sinar Bangun selamat dari peristiwa itu. 

Mereka memanjatkan doa sambil melihat ke arah danau yang berombak.

"Itu jam lima sore, cuaca lagi hujan," kata Juninho.

Remaja yang kini berusia 25 tahun tersebut menuturkan hari sudah cukup kelam saat tragedi Sinar Bangun terjadi. 

Hujan mengguyur danau dan daratan Tigaras.

Danau Toba pun berombak. Juninho masih ingat saat itu angin di danau kaldera terbesar di dunia itu berembus cukup kencang.

Monumen Duka di Tigaras dan Kenangan tentang KM Sinar Bangun Nahas

Masyarakat mengunjungi Monumen KM Sinar Bangun di Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Foto:Fathan Sinaga/JPNN.com. 

Bangunan tinggi yang terdiri atas tiga bagian itu ialah monumen untuk mengenang tragedi KM Sinar Bangun. Insiden KM Sinar Bangun terjadi dalam suasana Idulfitri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News