Motor Curian Dikirim ke Penadah di Madura

Motor Curian Dikirim ke Penadah di Madura
Motor Curian Dikirim ke Penadah di Madura
Modus jaringan aksi curanmor tersebut sangat rapi dan cepat. Para pelaku atau pemantik yang berjumlah tiga orang itu memiliki kontak langsung ke penadah. Setiap beraksi, mereka selalu menanyakan jenis kendaraan yang dipesan. Begitu juga sebaliknya. ""Faizi alias AJ yang dituakan. Aksinya terorganisir dan sulit terlacak,"" ungkap Kapolsek Blimbing AKP Budi Adhi Buwono.

Setiap beraksi, tiga pematik itu selalu berganti-ganti pasangan. Bahkan, kurir kendaraan pun juga diminta sebagai joki untuk mencari sasaran. Biasanya, mereka menyisir kawasan kos maupun sekitar kampus. Setelah melihat kendaraan yang tidak diawasi, para pelaku langsung beraksi. Kadang, mereka langsung beraksi tanpa melihat situasi.

Mereka bermodus merusak kunci kendaraan dengan kunci T. Kendaraan hasil kejahatan itu pun tidak disimpan di tempat tertentu lebih dulu. Namun, hasil curian itu langsung dikirim ke Madura. Harga setiap jenis kendaraan yang dicuri berbeda. Mulai Rp 3 juta hingga Rp 6 juta.

Kendaraan hasil kejahatan tersebut dikirim ke rumah Jumaki. Oleh Jumaki, hasil curian itu langsung dilempar ke calon pembeli. ""Transaksinya langsung. Selesai mendapatkan, langsung dijual,"" kata mantan Kasatlantas Blitar tersebut. (bb/jpnn)

MALANG - Sindikat besar pencurian kenadaran bermotor (curanmor) Kota Malang berhasil diungkap Polsek Blimbing. Dari enam orang pematik dan penadah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News