Muhammad Ade 'Wonder' Irawan, Pianis Tunanetra Spesialis Jazz

Tanpa Guru, Jadi Penampil Tetap Chicago Cultural Center

Muhammad Ade 'Wonder' Irawan, Pianis Tunanetra Spesialis Jazz
Ade Irawan (kanan) mengiringi Joseph Hadi di Auditorium Bentara Budaya, Jakarta (24/6) lalu. Foto: M Ade Irawan for Jawa Pos Grup
Audisi khusus dengan musisi jazz Amerika Serikat, seperti Coco Elysses-Hevia, Peter Saxe, Ramsey Lewis, John Faddis, Dick Hyman, Ryan Cohen, dan Ernie Adams, juga dia ikuti. Ade juga dipercaya sebagai pianis tetap pada acara musik Farnsworth School di Chicago dan pengisi tetap Jazz Links Jam Session (Jazz Institute of Chicago) di Chicago Cultural Center.

Berbagai pengalaman itu pula yang menempa permainan jazz Ade hingga seperti sekarang. Kemampuannya  membuat terkagum-kagum orang yang menyaksikan permainan piano Ade. "Didi A.G.P. (aranger musik, Red) bilang, kemampuan Ade itu setara lulusan S-2," kata Endang lagi, lantas tertawa.  

Saat keluarga Ade balik ke Jakarta pada 2008, pengalaman musiknya sudah begitu banyak. Tak mengherankan saat tampil dalam sejumlah kegiatan musik Ade selalu menjadi yang terbaik. Misalnya, dia meraih medali emas untuk DKI Jakarta sebagai grup band terbaik (The Spirit) dan pemain keyboard terbaik pada lomba anak berbakat se-Indonesia di Malang, Jawa Timur, Mei 2009. Dia pun ikut serta dalam Java Jazz Festival pada Maret 2010.  

Menurut sang bunda, Ade tergolong cowok yang cukup ramai. ABG yang kini duduk di kelas X SMA SLB Lebak Bulus itu tak segan curhat kepada mamanya mengenai segala hal. Tak hanya tentang musik, tetapi juga soal perasaan sukanya kepada lawan jenis.

Tetapi, dengan orang lain, Ade cukup pendiam. Dia tak banyak berbicara. Saat ditanya, jawabannya hanya sepatah" dua patah kata. Itu pun diuncapkan setelah beberapa lama terdiam. Kebanyakan Ade menjawab dengan senyuman.

Meski demikian, Ade adalah remaja yang cukup senang guyon. Ketika asyik menikmati permainan jazz di Black Cat Cafe di Arcadia, Plaza Senayan, Ade tak segan menampilkan kemampuannya menirukan terompet dengan mulut sambil menggoyang-goyangkan badan, menikmati permainan jazz dari home band.

Endang bersyukur, Ade bisa mendapatkan bakat luar biasa tersebut. "Saya ingin anak-anak tunanetra yang lain juga bisa menjadi seperti Ade. Mereka bisa menjadi sesuatu, tidak hanya dikasihani," tandas dia. (*/c4/ari)

Kehilangan indra penglihatan tidak membuat minder Muhammad Ade Irawan. Berkat bakatnya yang luar biasa, kini Indonesia punya 'Stevie Wonder'


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News