Muhammad Farhan Tewas Dibantai Geng Motor, Dihantam Pakai Kayu Balok

Muhammad Farhan Tewas Dibantai Geng Motor, Dihantam Pakai Kayu Balok
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Foto ilustrasi: dok JPNN

Mengetahui Farhan terluka dan darah segar keluar dari kepala Farhan, Dian bergegas tancap gas dan pergi meninggalkan pasukan geng motor itu.

“Dian yang mengemudi, Arya diboncengan memegang Farhan, melaju kencang membawa Farhan ke klinik agar mendapatkan perawatan medis ke Rumah Sakit Mitra Sejati,” kata keluarga korban, Yunus Lubis menimpali.

Menurut warga, kejadian seperti itu tidak boleh dibiarkan. Aksi geng motor yang konvoi dengan bawa senjata tajam di kawasan Jalan Sisingamangaraja umumnya di Kota Medan bukan yang pertama terjadi.

Aksi mereka terus berulang, dan biasanya dilakukan pada malam Minggu atau malam-malam hari libur.

“Karena ini terus berulang dan sudah banyak kejadian. Sudah banyak yang jadi korban keberingasan geng motor, warga berharap pihak kepolisian mengintensifkan patroli malam. Ini sebagai sebuah solusi, kami selaku warga hanya bisa menyarankan dan kalau warga bertindak takutnya disalahkan pula,” kata warga.

Keluarga almarhum Farhan, Yunus Lubis dan warga juga berharap polisi dapat menangkap anggota geng motor yang terlibat hingga membuat Farhan meninggal dunia.

“Kami berharap polisi menangkap pelaku,” kata Yunus lagi.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Philip A Purba SH MH saat dikonfirmasi, Rabu (3/3) menyebutkan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Muhammad Farhan Lubis, 17, tewas dibantai geng motor di Jalan Sisisngamangaraja, tepatnya depan pabrik getah PT Asahan Kelurahan Timbangan Deli Kecamatan Medan Amplas, Minggu (28/2) sekira pukul 02.00 WIB.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News