Mulai Muncul Desakan Anas Non Aktif

Bersama Petinggi Partai Lain yang Ikut Disebut Nazaruddin

Mulai Muncul Desakan Anas Non Aktif
USUT KETERLIBATAN ANAS : Massa dari Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak) berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/7). Sambil membakar sejumlah poster bergambar elit partai penguasa, mereka meminta KPK segera melakukan pengusutan tuntas dan transparan terkait kasus dugaan korupsi wisma Atlet yang disebut-sebut oleh M.Nazaruddin juga melibatkan Ketua Umum Anas Demokrat Urbaningrum. Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka
Saan juga yakin, bahwa pernyataan Nazar ke sejumlah media tidak menimbulkan kekhwatiran di internal partai. Sebab, apa yang disampaikan Nazar sudah terbantahkan oleh keterangan Ketua Umum Anas Urbaningrum yang jelas-jelas muncul di depan publik. "Yang didengar semua hanya halusinasi, semuanya kan sudah jelas," katanya.

Menurut Saan, konsentrasi seluruh kader Demokrat saat ini adalah melaksanakan rakornas sesuai agenda yang sudah ditetapkan. Kedatangan Anas bersama petinggi Demokrat ke Istana Negara pada Rabu (20/7) lalu juga membahas perkembangan Rakornas. Salah satunya membahas posisi Bendahara Umum DPP Partai Demokrat pasca pemecatan Nazaruddin. "Jabatan Bendum kan kosong, penggantinya harus dicari," ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Wasekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan. Sampai sekarang, menurut dia, internal partainya masih solid. Dia membantah isu adanya sejumlah DPC yang mulai mendesak agar Anas Urbaningrum mundur atau nonaktif dari jabatannya selaku ketua umum.

"Saya tidak dengar itu. Yang jelas, tidak ada Ketua DPC yang notabene pemegang suara kongres bermanuver meminta Anas Urbaningrum mundur," tegas Ramadhan. Menurut anggota Komisi II DPR itu, tidak ada dasar apapun untuk melengserkan Anas. "Apalagi, hanya karena statement Nazaruddin yang bukan fakta hukum itu," ujarnya.

JAKARTA - Posisi Anas Urbaningrum sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat sedang dalam krisis. Suara menginginkan agar Anas dinonaktifkan sementara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News