New York Times Sebut Prabowo Timbulkan Ketakutan, Analis Anggap Gemoy Cuma Pencitraan

New York Times Sebut Prabowo Timbulkan Ketakutan, Analis Anggap Gemoy Cuma Pencitraan
Berita di The New York Times edisi 21 Januari 2024 yang mengangkat kekhawatiran jika Prabowo Subianto memenangi Pilpres 2024. Foto: tangkapan layar nytimes.com

“Dia (Prabowo, red) diberhentikan dari militer Indonesia setelah angkatan bersenjata mengetahui bahwa dia terlibat dalam penculikan dan penyiksaan terhadap aktivis pro-demokrasi. Lebih dari selusin orang masih hilang dan diduga telah tewas,” imbuh New York Times.

Menurut New York Times, Prabowo juga memiliki jejak kelam di Timor Leste (dahulu bernama Timor Timur). Menurut New York Times, itulah yang membuat AS mencekal Prabowo selama bertahun-tahun.

Pengamat media dan politik dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong Ambang Priyonggo menilai Prabowo selama ini berusaha mentransformasi personanya dari sosok militer tegas yang dibayangi kekuasaan Soeharto menjadi figur menggemaskan yang sering dipelesetkan dengan istilah gemoy.

Ambang menyebut strategi pencitraan itu berhasil memikat pemilih, terutama kalangan Gen Z atau generasi kelahiran antara periode 1997-2012.

“Ini karena mereka (Gen Z, red) relatif lebih ahistoris atas dugaan pelanggaran HAM semasa rezim Soeharto berkuasa hingga kejatuhannya,” ujar Ambang, Kamis (24/1/2024).

Namun, kata Ambang, penampilan Prabowo dalam dua debat capres memperlihatkan sosoknya yang dicitrakan gemoy seakan-akan runtuh karena sikapnya yang emosional dan tidak sabaran dalam merespons pernyataan pesaingnya di Pilpres 2024.

“Ini tentu memberikan impresi kepada publik tentang gaya kepemimpinan yang cenderung otoriter,” imbuh Ambang.

Pemerhati jurnalistik yang meraih gelar master dari University of Wesmtinster itu juga menyinggung soal Prabowo menggandeng putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres.

The New York Times melalui artikel berjudul Why This Presidential Front-Runner Is Stirring Fears of the ‘Death of Democracy menyoroti jejak Prabowo Subianto.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News