Obat COVID-19 Molnupiravir Laku Keras, Negara Ini Konsumen Terbarunya

Obat COVID-19 Molnupiravir Laku Keras, Negara Ini Konsumen Terbarunya
Pil antivirus COVID-19 eksperimental, molnupiravir, yang sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters pada 17 Mei 2021. Foto: ANTARA/Merck & Co Inc/HO via Reuters/as

jpnn.com, PUTRAJAYA - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menandatangani surat kesediaan (letter of undertaking) dengan Merck Sharp & Dohme untuk pembelian obat antivirus COVID-19 molnupiravir, Kamis (7/10).

"Melalui perjanjian ini, pemerintah setuju untuk memperoleh sebanyak 150.000 paket (molnupiravir) untuk merawat pasien COVID-19," ujar Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin di Putrajaya.

Dia mengatakan pembelian itu sebagai persediaan untuk mulai beralih ke fase endemik dan hidup bersama virus corona dengan menambah pilihan pengobatan inovatif baru sebagai "senjata" selain penggunaan vaksin dan tindakan-tindakan kesehatan lainnya.

Penelitian yang dilakukan Merck, kata dia, menemukan bahwa molnupiravir menurunkan tingkat perawatan COVID-19 di rumah sakit sebanyak 50 persen dan efektif melawan varian-varian baru virus corona yang lebih ganas seperti Gamma, Delta dan Mu.

"Bagaimanapun ingin saya nyatakan di sini bahwa sekalipun obat molnupiravir ini efektif, tapi tidak berarti vaksin tidak diperlukan lagi karena fungsi vaksin adalah untuk menekan penularan," kata dia.

Dia mengatakan molnupiravir tidak bisa mencegah penularan namun bermanfaat bagi mereka yang sudah tertular.

Khairy mengatakan KKM akan terus memantau perkembangan obat COVID-19 di seluruh dunia untuk memastikan Malaysia tidak ketinggalan untuk memberikan perawatan terbaik kepada warga negaranya. (ant/dil/jpnn)  

Obat COVID-19 molnupiravir produksi Merck Sharp & Dohme terus menarik perhatian negara-negara di dunia

Sumber Antara