Padang Diamuk Banjir

Padang Diamuk Banjir
Padang Diamuk Banjir

"Dinas terkait harus segera mendata dan membenahi drainase di tepi-tepi badan jalan yang terendam air seperti ini. Jika tidak, akan terendam begini terus jika hujan turun dan menghambat aktivitas masyarakat serta merusak banyak kendaraan," ujar Didi, 37, warga Gunungpangilun, siang kemarin.

Pantauan Padang Ekspres, di kawasan Gunungpangilun, air mencapai betis orang dewasa. Tidak hanya di Gunungpangilun, jalur dua Belimbing banjir masuk ke pertokoan. Kawasan Lapai juga ikut direndam banjir. Di Pondok, mulai dari Jalan Niaga hingga Pasar Tanahkongsi menuju Kampung Nias, air mencapai lutut orang dewasa.

Sejumlah toko di Pasar Tanahkongsi tidak beroperasi karena banjir hingga lutut orang dewasa. "Jika mau masuk ke Pondok, harus lewat Muaro Padang, karena jalur itu tidak digenangi air," ujar Kiki, 38, warga Pondok.

Hendri, 31, warga Gunungpangilun, mengatakan, Jalan Gajah Mada, tepatnya di persimpangan menuju kampus STKIP, selalu digenangi air. Sejumlah lahan pertanian juga terendam. Masyarakat di kawasan aliran arus sungai agar mewaspadai air bah. Seperti Batang Kuranji, Batang Guo, Sungai Belimbing dan Batubusuk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Padang, Budhi Erwanto mengakui ada delapan lokasi banjir terparah di Kotatangah. Hujan deras juga berpotensi longsor di empat kecamatan, yakni Lubukbegalung (Lubeg), Lubukkilangan (Luki), Padang Selatan dan Bungus Teluk Kabung (Bungtelkab). Ada sebanyak 19 titik.

"Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kita sudah siaga 40 personel. Kepada warga kami juga minta meningkatkan kewaspadaan," ungkapnya. (zul/d/wn)


PADANG--Kota Padang kembali diamuk banjir setelah hujan deras sejak Sabtu (28/12) hingga kemarin. Selain merendam ratusan rumah warga dan jalan raya,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News