Pajak Smart

Oleh Dahlan Iskan

Pajak Smart
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Trump contohnya. Pun sampai ia menjadi presiden. Bahkan sampai menjelang pilpres lagi sekarang ini.

Baca Juga:

Trump tetap mengatakan tidak keberatan membuka laporan pajaknya itu. Namun tidak menjanjikan kapan.

Kini, ketika pilpres tinggal 1 bulan lagi, harian New York Times membuka semua itu. Kemarin.

Menurut harian terkemuka di Amerika itu Trump hanya membayar pajak federal USD 750 di tahun ia mencalonkan diri sebagai presiden.

Itu berarti kurang dari Rp 15 juta. Bukan apa-apanya dibanding Deddy Corbuzier sebagai podcaster –yang membayar pajak hampir Rp 4 miliar.

"Itu fake news," ujar Trump ketika dimintai komentar atas berita di New York Times itu. Namun Trump tidak mau memberikan keterangan lebih dari itu.

Baru sehari kemudian ia menambah penjelasan: itu total palsu. Ia mengaku banyak membayar pajak ke negara bagian. Misalnya New York.

Namun jaksa di New York lagi bongkar-bongkar pajak Trump. Yang dilawan secara hukum konstitusi oleh Trump.

New York Times menyebut Trump membayar pajak federal USD 750 di tahun ia mencalonkan diri sebagai presiden. Itu berarti hanya kurang dari Rp 15 juta.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News