Pak Gubernur Cerita Kejadian Menegangkan saat Terbangkan Pesawat Pribadi

Pak Gubernur Cerita Kejadian Menegangkan saat Terbangkan Pesawat Pribadi
Irwandi Yusuf turun dari pesawat di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara (12/7). Dia mengantongi lisensi pilot sejak tiga tahun silam. Foto: MUHAMMAD SUSAHDI/Rakyat Aceh/JPNN.com

Vlado lalu meminjamkan satu unit pesawat sepanjang sekitar 6,7 meter seharga Rp 1,3 miliar itu kepada Irwandi.

Syaratnya, pria kelahiran 2 Agustus tersebut cuma perlu membayar uang jaminan Rp 600 juta. Itu pada 2014. Tahun lalu, pesawat tersebut sudah resmi menjadi milik gubernur kelahiran Bireuen itu.

Shark Aero awalnya dirancang untuk pasar Eropa dan Amerika Serikat. Pesawat tersebut berbobot kosong 275 kg. Dan, mampu mencapai ketinggian 1.000 kaki per menit (5,1 meter per detik).

Irwandi menamai pesawatnya Eagle One Hanakaru Hokagata. Meski terdengar seperti kosakata bahasa Jepang, dua kata terakhir itu sejatinya berasal dari bahasa Aceh. Artinya, ’’tidak ada lagi perang, di manakah Anda?’’.

Itu sindiran Irwandi kepada para eks anggota GAM didikan Libya. Mereka yang bahkan setelah Aceh damai pun belum mau pulang kampung.

Nama tersebut diubah sedikit dari salah satu username di surat elektronik yang dipakainya pada masa masih aktif di GAM: Hinokaru Hokagata. Artinya, ’’di sini perang, di manakah Anda?’’.

Pesawat ultraringan seperti Shark Aero, di mata Irwandi, sangat cocok untuk kawasan seperti Aceh. Yang bergunung-gunung dan dipagari banyak hutan lebat.

Karena itu, dia sudah berancang-ancang untuk memaksimalkannya selama masa kepemimpinannya yang kedua.

Irwandi Yusuf sudah tiga tahun mengantongi lisensi pilot. Dia telah mengunjungi berbagai sudut Aceh. Tak cuma mampu menerbangkan, dia juga paham

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News