Pangi Heran, Saat Situasi Kacau, Jokowi di Pulang Pisau

Pangi Heran, Saat Situasi Kacau, Jokowi di Pulang Pisau
Pangi Syarwi Chaniago. Foto: dokumen JPNN.Com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menilai kerusuhan saat aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di beberapa titik di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia pada Kamis (8/10), seharusnya bisa dicegah pemerintah dengan menyampaikan pernyataan yang bikin teduh.

"Untuk meneduhkan suasana dari amuk massa hanya menunggu ucapan atau kata-kata dari Presiden Jokowi, ini malah ke luar kota," ucap Pangi kepada jpnn.com pada Kamis malam.

Diketahui, saat situasi Jakarta panas, Kamis, Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (8/10), dalam rangka melihat perkembangan program lumbung pangan nasional.

Pangi, Direktur Eksekutif Voxpol Center, Research and Consulting, mengatakan pecahnya kerusuhan saat demonstrasi menolak UU dengan konsep omnibus law, dipicu sikap pemerintah dan DPR.

"Apalagi sekarang semuanya pura-pura tak tahu menahu setelah melihat gelombang aksi makin besar. Kerusakan fasilitas umum karena peserta aksi yang marah besar karena mosi tidak percaya sama pemerintah," tutur Pangi.

Pengamat yang beken disapa dengan panggilan Ipang ini juga menilai aksi unjuk rasa di berbagai kota di Tanah Air sebagai bentuk ketidakpercayaan rakyat kepada DPR dan pemerintah.

Apalagi prosedur pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU yang berlangsung 5 Oktober 2020, dianggap sebagian pihak cacat prosedural, tidak ada debat, tidak ada diskusi, tak ada pendapat lain.

"Ngotot dan cepat-cepat diketok palu. Berarti ini kan terkesan ada maunya. Kalau enggak, kenapa ini RUU kilat, tercepat disahkan menjadi undang-undang," sambung pria asal Sumatera Barat ini.

Pengamat politik mengatakan, mestnya Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan menyikapi demo tolak UU Cipta Kerja.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News