Peluang Medsos

Oleh: Dahlan Iskan

Peluang Medsos
Dahlan Iskan. Foto: disway.id

Di jam itu ia naik helikopter kepresidenan dari halaman Gedung Putih menuju Pangkalan militer di Maryland. Upacara pelepasan dilakukan di situ. Mintanya: harus dengan upacara militer. Juga, pakai karpet merah. Dan harus: dengan tembakan 21 kali.

Mudah-mudahan suara tembakannya tidak sampai kedengaran dari halaman Capitol –tempat Biden dilantik. Atau arah anginnya saja yang diatur. Agar tidak membawa suara itu ke tempat Biden dilantik.

Pangkalan militer itu memang hanya kurang 10 menit dari Gedung Putih. Atau setengah jam naik mobil.

Dari pangkalan militer ini, Trump akan terbang dengan pesawat kepresidenan ke rumah pribadinya: Marg-a-Lago, di Florida. Yang mulai juga dipersoalkan oleh Pemda di sana keabsahan izin-izin kegunaannya.

Trump pun sejak itu menjadi orang sipil. Mungkin dilupakan. Diabaikan. Dihujat. Atau diproses secara hukum –kalau ia belum sempat mengeluarkan dekrit pengampunan Presiden untuk dirinya sendiri.

Mungkin juga, ia yang justru akan banyak menggugat. Itu bagian dari hobinya: menggugat siapa saja.

Atau ia masih akan terus di politik: yakni berusaha bagaimana harus menguasai partai Republik. Agar menjadi miliknya. Dan keluarganya.

Kembali ke bisnis?

Anak itu mengalami depresi. Bunuh diri. Tabitha tidak ingin hari berikutnya adalah hari pengunduran sang bapak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News