Pemberontakan Malam Tahun Baru (3/habis)

Pemberontakan Malam Tahun Baru (3/habis)
Ilustrasi. Foto: Koleksi arsip Geheugen Belanda.

Selain membeli, urang awak juga merakit senjata dan membuat granat tangan di Sungai Puar, di bawah tanggung jawab Haji Idris dan Sutan Maradjo. 

Dengan demikian, menjelang pemberontakan malam tahun baru 1927, PKI Minang sudah berbekal sedikitnya seribu pucuk senjata api.

"Terdiri dari karaben, pistol browning, bedil tembak rusa, dan bedil buatan sendiri. Ini belum terhitung jumlah granat tangan, senjata tajam dan lain-lain," tulis Busjarie Latif.

Nyala api  pemberontakan PKI Minangkabau akhirnya dipadamkan tentara kolonial pada Maret 1927, setelah pemerintah mengirim 12 kompi tentara dari Jawa dibawah pimpinan Mayor Rhenrev.

Abdul Munaf, seorang guru yang dijuluki Jenderal sepanjang pemberontakan gugur dalam sebuah pertempuran di pinggir rel kereta api antara Padang Sibusuk dan Tanjung Ampalu.

Si Patai, bandit legendaris Padang Kota, pimpinan Sarekat Djin (underbouw PKI) gugur di Gunung Bukit Pauh Sembilan. Kepalanya dipenggal, ditancap pada sepotong bambu, dan diarak keliling kota Padang.

Banyak lagi yang gugur dan lebih banyak yang ditangkap. Saat melakukan penangkapan, semboyan serdadu Belanda--banyak yang dari Ambon--lebih baik salah tangkap seribu orang daripada lolos seorang.

Empat orang pimpinan PKI Minang dihukum gantung bulan Maret 1927 di penjara Sawahlunto. Sisanya dibuang ke Digul.   

HINGGA akhir 1926, para pemberontak di Minangkabau telah mengumpulkan sedikitnya seribu pucuk senjata untuk amunisi malam tahun baru 1927. Dari mana

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News