Pengamat Sebut Karakter Orde Baru Dimunculkan untuk Kepentingan Pilpres 2024
Rabu, 24 Januari 2024 – 07:57 WIB
Akademisi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sekaligus pengamat komunikasi politik Henri Subiakto. Foto: Antara
Hal ini karena membahayakan bagi masa depan demokrasi yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan dan kesejahteraan rakyat secara merata.
“Forum intelektual muda ini sengaja menggelar diskusi ini karena banyak anak-anak muda yang gelisah akan kondisi bangsa kita hari ini, terutama dalam konteks Pilpres 2024,” pungkas Sutisna.
Kegiatan Diskusi Daring bertajuk Fenomena Neo Orba di Pilpres 2024: Demokrasi di Simpang Jalan? menghadirkan Pengamat Komunikasi Politik Hendri Subiakto, Pengamat Politik Moch AS Hikam dan politikus Muda PDIP Setiawan sebagai narasumber. Sementara pesertanya adalah puluhan anak muda dan mahasiswa dari berbagai daerah.(fri/jpnn)
Neo orba dimaknai sebagai karakter orde baru yang otoritarian dan militerisme. Karakter ini sengaja dimunculkan untuk kepentingan Pilpres 2024.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
BERITA TERKAIT
- Pengamat Soroti Persoalan Sinyal dan Polemik Medsos dalam Tragedi KA Bekasi Timur
- KPU Jelaskan Alasan Tak Klarifikasi Dokumen Pendidikan Gibran Saat Pilpres 2024
- Bersurat ke MK, RAPI Desak Hakim Konstitusi Tolak Gugatan Pencalonan Gibran
- Pengamat Minta Pemerintah Perhatikan Pendapat Ojol Soal Pekerja Mandiri
- Pengamat: Prabowo Perlu Punya Banyak Menteri Seperti Seskab Teddy
- Pengamat: Energi Bersih Harus Didukung, Bukan Diadang
JPNN.com




