Pengangguran di Australia Naik, Mengapa Pemilik Kebun Takut Kekurangan Pekerja?

Pengangguran di Australia Naik, Mengapa Pemilik Kebun Takut Kekurangan Pekerja?
Pembatasan di tengah COVID-19 menyebabkan berkurangnya jumlah backpacker yang dapat membantu memetik buah tahun ini. (ABC Rural: Jon Daly)

Solusi internasional

April lalu, Pemerintah Pusat Australia memberikan kesempatan bagi pekerja musiman dari Pasifik dan pemegang Working Holiday Visa di Australia untuk memperpanjang visa mereka.

Namun, menjelang musim panen setelah kemarau, permintaan terhadap jumlah pekerja kebun akan meningkat, terutama di musim semi dan panas mendatang.

David dari Partai Nasional Australia mengatakan pemerintah sedang berusaha memenuhi permintaan tersebut.

"Kami sedang melakukan usaha global, mencari daerah di mana COVID-19 telah berhasil ditangani dengan baik, dan membuka kesempatan di sana," katanya.

"Anggota kabinet dan saya sendiri ... [juga] menjangkau jaringan diplomatis kami untuk menggali solusi yang menciptakan kenyamanan."

Pengangguran di Australia Naik, Mengapa Pemilik Kebun Takut Kekurangan Pekerja? Photo: Warga Australia terkesan enggan bekerja di kebun. (Brad Marsellos )

 

Pemilik kebun perlu rencana lain

Kelompok lobi pertanian National Farmers Federation (NFF) telah meluncurkan gerakan untuk membantu pemilik kebun mencari pekerja.

"Kami mendesak pemilik kebun untuk menyiapkan rencana cadangan untuk mencari pekerja, berdasarkan asumsi jika mereka memiliki akses terbatas ke tenaga kerja dari luar," kata Tony Mahar, ketua NFF.

Pemerintah Australia tidak melihat pekerjaan di perkebunan sebagai solusi bagi warga Australia yang sedang menganggur

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News