Pengelola Busway Belum Punya Solusi

Sterilisasi Justru Picu Kemacetan

Pengelola Busway Belum Punya Solusi
Pengelola Busway Belum Punya Solusi
JAKARTA - Sterilisasi jalur busway yang digencarkan di koridor IX Pinangranti-Pluit, serta koridor X Cililitan-Tanjung Priok, sempat memicu kemacetan, kemarin (11/1). Penyebabnya, aparat kepolisian yang biasanya menjaga titik-titik rawan kemacetan, dialihkan untuk ikut bergabung melakukan sterilisasi.

Seperti yang dilaporkan petugas TMC Polda Metro Jaya, kemacetan akibat minimnya petugas itu tampak di kawasan Casablanca, Karet, Sudirman. "Beberapa personel yang berjaga dialihkan untuk sterilisasi jalur busway di koridor IX dan koridor X. Jadi, petugas kepolisian jumlahnya sedikit untuk mengurangi kemacetan," ujar petugas TMC Polda Metro Jaya Briptu Ari, kemarin.

Minimnya petugas pada titik-titik rawan kemacetan itu, berdampak kemacetan semakin panjang di ruas jalan yang lain. Seperti sepanjang Rasuna Said, Mampang Prapatan serta Gatot Subroto. Namun, diakui petugas TMC, kemacetan yang terjadi kemarin bukan hanya dipicu akibat minimnya petugas. Tapi juga faktor lain seperti banyaknya persimpangan dan bottle neck, di samping juga akibat adanya pembangunan jalan layang di Jalan Satrio.

Kemacetan yang terjadi kemarin diakui para pengguna jalan memang berbeda dibanding hari biasanya. Kemacetan sangat terasa. Seperti diakui Helmi Yahya (30), warga Cipinang Kebembem, Jakarta Timur. Dari Cipinang hingga Atma Jaya di Sudirman, katanya, dibutuhkan waktu sekitar satu jam. Padahal, pada hari biasa maksimal 30 menit.

JAKARTA - Sterilisasi jalur busway yang digencarkan di koridor IX Pinangranti-Pluit, serta koridor X Cililitan-Tanjung Priok, sempat memicu kemacetan,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News