Penilaian Observasi PPPK 2022 Bikin Kepsek Berkuasa, Guru Honorer Vokal Terancam

Penilaian Observasi PPPK 2022 Bikin Kepsek Berkuasa, Guru Honorer Vokal Terancam
Ketum FGHNLPSI Heti Kustrianingsih menyebut penilaian observasi tidak objektif. Ilustrasi/Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih mengaku sejak awal sudah menduga penilaian observasi akan menimbulkan masalah.

Dia menduga transaksional akan marak, sehingga guru honorer muda sangat berpeluang menjadi PPPK asalkan punya modal banyak.

"Penilaian observasi itu tidak objektif, mengapa pemerintah menggiring seleksi PPPK 2022 untuk P2 dan P3 ke situ," kata Heti kepada JPNN.com, Rabu (30/11).

Menurut dia, lebih kasihan lagi bagi guru honorer yang bermasalah dengan kepala sekolah atau kepsek, sangat mungkin akan diberikan nilai jelek sehingga tidak lulus tes observasi.

Dia menilai mekanisme itu seolah-olah membuat nasib guru honorer ada di tangan kepsek, pengawas sekolah, guru senior, Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Sebenarnya lebih fair itu lewat seleksi, tidak ada like and dislike. Entah kenapa malah diarahkan ke observasi, kayak zaman ‘baheula’ saja," ungkapnya.

Heti yang lulus PG murni pada seleksi PPPK 2021 mengungkapkan banyak guru yang masa pengabdiannya panjang ketakutan disingkirkan peserta muda.

Menurut dia, hal itu dikarenakan observasi rentan dugaan pungli.

Penilaian observasi PPPK 2022 bikin Kepsek berkuasa, guru honorer vokal terancam 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News