JPNN.com

Penjelasan KPK soal Cekcok Komisionernya dengan Mumtaz bin Amien Rais, Konon Ada Bentakan

Jumat, 14 Agustus 2020 – 20:42 WIB
Penjelasan KPK soal Cekcok Komisionernya dengan Mumtaz bin Amien Rais, Konon Ada Bentakan - JPNN.com
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi informasi tentang salah satu komisionernya, Nawawi Pomolango yang terlibat cekcok dengan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Mumtaz bin Amien Rais dalam pesawat Garuda Indonesia.

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Nawawi menegur Mumtaz yang menelepon saat pesawat sedang transit di Makassar untuk mengisi bahan bakar dalam penerbangan dari Gorontalo menuju Jakarta.

"Perlu kami tegaskan bahwa sebagai warga negara, apalagi warga negara yang diberikan kepercayaan menduduki jabatan publik, maka kesadaran etis untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak bertindak arogan sangatlah penting. Hal ini berlaku untuk peristiwa apa pun," kata Fikri melalui keterangannya keterangan kepada media, Jumat (14/8).

Mumtaz dan Nawawi sama-sama duduk di kelas bisnis dalam pesawat GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Cengkareng pada Rabu lalu (12/8). Nawawi sempat menegur Mumtaz yang terus menelepon di dalam pesawat meski sudah tiga kali diingatkan awak kabin.

Fikri menjelaskan, Mumtaz sempat menanyakan identitas Nawawi. Putra pendiri PAN Amien Rais itu juga mengaku bersama pimpinan Komisi III DPR yang juga duduk di kelas bisnis. Amien Rais itu bersama pimpinan Komisi III DPR RI di kursi bisnis.

Lebih lanjut Fikri mengatakan, Nawawi pada saat itu sedang dalam perjalanan dinas karena ada penugasan dari KPK. Keputusan Nawasi menegur Mumtaz pun untuk mengingatkan bahwa seluruh penumpang wajib menaati aturan penerbangan..

"Tidak peduli anda pejabat negara ataupun tidak. Selain itu ada aspek keselamatan seluruh penumpang yang juga perlu diperhatikan, sehingga Pak Nawawi saat itu menyampaikan saran pada salah satu penumpang penerbangan Garuda Indonesia yang sedang berbicara melalui telepon, padahal saat itu pesawat sedang mengisi bahan bakar saat transit di Makassar," kata Fikri.

Fikri menambahkan, petugas maskapai juga sudah memberikan imbauan baik melalui audio maupun secara langsung agar Mumtaz menonaktifkan telepon genggamnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara