Perluas Jaringan, Untag Surabaya Berkolaborasi dengan Kampus Tiongkok

Perluas Jaringan, Untag Surabaya Berkolaborasi dengan Kampus Tiongkok
MoU antara Untag Surabaya denganChangzhou Institute of Industry Technology, Tiongkok secara hybrid. Foto: Humas Untag Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggandeng Kampus di Tiongkok guna menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Program, Kampus Merdeka (MBKM). 

Rektor Untag Surabaya Prof Dr Mulyanto Nugroho menandatangani MoU dengan Changzhou Institute of Industry Technology, Tiongkok secara hybrid. 

Prof Mulyanto mengatakan bisa bekerja sama dengan kampus asing merupakan suatu kehormatan. Apalagi Changzhou merupakan kampus bereputasi baik. 

"Kerja sama ini untuk lima tahun. Tiongkok maju teknologinya sehingga, kerja sama kali ini berfokus pada Fakultas Teknik," kata dia tertulis, Sabtu (23/10).

Mulyanto ingin kerja sama tersebut bisa menjadi representasi hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi.

"Kerja sama itu bukan kolaborasi saja, tetapi juga mengenai pengabdian masyarakat," ujar dia.

Hal yang sama diungkapkan President of Changzhou Institute of Industry Technology Yang Jinsong.

Dia mengatakan pihaknya sudah sering bekerja sama secara global untuk mengembangkan kualitas kampus dan mahasiswanya.

"Kami ingin kualitas makin berkembang, karena itu kami siap berkolaborasi dengan Untag Surabaya,” katanya. 

Jinsong menyebut melalui kerja sama itu diharapkan bisa saling meningkatkan kualitas agar mahasiswa dan dosen kedua universitas bisa mendapatkan international exposure.

"Mahasiswa kami beragam, bahkan ada bilingual class. Dengan kolaborasi bersama maka akan terwujud saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan yang luas," pungkas Jinsong. (mcr12/jpnn)


Untag Surabaya berkolaborasi dengan kampus Tiongkok, Changzhou Institute of Industry Technology untuk memperluas jaringan dan meningkatkan SDM