Pertanyakan Kinerja PPL
Jumat, 08 Januari 2010 – 09:45 WIB

Pertanyakan Kinerja PPL
KULONPROGO - Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo mengatakan, kinerja Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kulonprogo, patut dipertanyakan. Selama ini sebagian besar PPL tidak punya keinginan besar untuk berinteraksi langsung dengan para petani di lapangan, padahal tugas pokok mereka adalah membantu petani untuk menerapkan teknik tanam yang lebih baik. "Semoga saja, dengan adanya balai ini bisa merubah kebiasaan PPL yang lebih senang di dalam kantor dibandingkan turun ke lapangan. Sehingga mereka bisa memberikan bimbingan ke petani mengenai teknologi pertanian yang tepat guna," tandas bupati. Bupati Toyo sempat memberikan imbauan yang disertai ancaman kepada para PPL di Kulonprogo untuk benar-benar merubah kebiasaannya. "Kalau sampai ketahuan ada PPL tidak pernah bertemu langsung dengan petani, saya tidak segan-segan untuk memindahnya," ujarnya.
"Peran PPL belum bisa dikatakan maksimal, karena mereka kebanyakan lebih suka bekerja di belakang meja, layaknya pegawai kantoran. Tanpa memiliki kesadaran dan keinginan untuk terjun langsung ke lapangan menemui petani di persawahan," kata Bupati Toyo pada peresmian Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di Lendah, Kulonprogo, Jumat (8/1).
Baca Juga:
Karena itu, Toyo berharap agar kedepan para PPL bisa lebih memperhatikan kinerja mereka, apalagi di Kulonprogo sudah difasilitasi adanya Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
Baca Juga:
KULONPROGO - Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo mengatakan, kinerja Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kulonprogo, patut dipertanyakan. Selama ini sebagian
BERITA TERKAIT
- Mahasiswa Merusuh saat May Day, Buruh Demak Dukung Polisi Bertindak
- Bandara SMB II Ingatkan Jemaah Calon Haji Tidak Membawa Benda Tajam
- 363 Calon Haji dari OKU Timur Terbang ke Tanah Suci
- Ratusan Rutilahu di Bandung Bakal Direnovasi, Pemprov Jabar Tanggung Biaya Kontrakan
- Wali Kota Pekanbaru Temui Menteri PU di Padang, Ini yang Dibahas
- Hati-Hati! Aksi Sandera Aparat di Jateng Bisa Kena Pidana