Pesantren Diserang Ratusan Orang Tak Dikenal

Lari Setelah Ada Tembakan Peringatan

Pesantren Diserang Ratusan Orang Tak Dikenal
Salah satu korban penyerangan yang juga santri YAPI. Foto: Mokamad Ubaidillah/Radar Bromo
Ya, meski kemarin hari libur, santri Ponpes YAPI masih banyak yang berada di yayasan. Bahkan saat penyerangan terjadi, beberapa santri sedang asyik bermain basket, voli dan futsal. "Jumlah yang nyerang itu sekitar 100 orang. Banyak sekali Mas," tambah Nurkholis, salah satu satpam yang kemarin menjaga. Setelah mengolok-olok, massa langsung masuk melewati pintu gerbang ponpes. Di sebelah kiri pintu gerbang, sebenarnya ada pos satpam. Saat itu, dua satpam sedang berjaga-jaga. Namun, kedua satpam tak kuasa menahan massa yang menyerbu masuk.

Bahkan massa langsung melempari pos satpam dan ruang tamu kantor yang ada di belakang pos satpam. Akibatnya, kaca dua gedung itu pecah. Setelah itu, massa merangsek masuk ke areal yayasan. Mereka lantas langsung menyerang beberapa santri yang sedang berolah raga di lapangan. "Saya dilempar dengan batu," kata Miqdat, yang mengalami luka di bagian pipinya.

Mendapat penyerangan itu, para santri pun  tak tinggal diam. Mereka melakukan perlawanan. Bahkan, santri yang ada di dalam ruangan ikut keluar untuk membantu teman-temannya. Setidaknya, sekitar lima menit para santri Ponpes YAPI mencoba memberikan perlawanan. Selain santri, dua petugas Polres Pasuruan berpakaian preman ternyata juga ada di tempat itu. Aksi penyerangan itu memang disebutkan sudah terendus oleh petugas. Karena itu, Polres Pasuruan melakukan pengamanan di areal ponpes.

Namun, karena hanya berdua, mereka tidak bisa berbuat banyak. Kedua petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara. Setelah itu, massa yang menyerang langsung balik kanan. Mereka langsung lari ke arah Utara (Bangil). Beberapa saat kemudian, massa yang menyerang kembali ke arah Pandaan, lewat di depan Ponpes YAPI. "Orangnya cukup banyak. Cuma sepenglihatan saya ada yang membawa bendera warna putih," tambah Nurkholis.

BANGIL - Aksi anarkis terhadap kelompok tertentu kembali terjadi. Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad 1432, kemarin, Pondok Pesantren

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News