Banyak Peserta Tes PPPK Guru 2021 Tumbang, Honorer Ajukan Petisi, Galang 100 Ribu Tanda Tangan

Banyak Peserta Tes PPPK Guru 2021 Tumbang, Honorer Ajukan Petisi, Galang 100 Ribu Tanda Tangan
Petisi yang digalang guru honorer untuk mendapatkan afirnasi tambahan. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Banyak peserta tes PPPK guru 2021 tahap I tumbang di hari pertama, Senin(13/9).  

Pada hari kedua, Selasa (14/9), diperkirakan banyak pula guru honorer berguguran karena tidak memenuhi passing grade atau nilai ambang batas. 

Passing grade PPPK guru 2021 meliputi kompetensi teknis sesuai mata pelajaran (mapel) yang diampu (kisaran 220 sampai 325), kompetensi manajerial dan sosiokultural 130, dan wawancara 24.

Pengurus Forum Honorer Nonkategeri Dua Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (FHNK2 PGHRI) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Mohamad Sanur mengatakan sesuai data yang mereka dapatkan, ada banyak honorer non-K2 tidak lulus passing grade. 

Melihat hal tersebut, FHNK2 PGHRI berinisiatif menggalang 100 ribu tanda tangan untuk mengajukan petisi kepada pemerintah agar ada tambahan afirnasi bagi seluruh guru honorer K2 dan non-K2.

"Hati kami tersayat-sayat karena kemarin (13/9) banyak guru honorer usia 35 tahun ke atas dari FHNK2 PGHRI gagal melampaui passing grade PPPK guru 2021," kata Sanur kepada JPNN.com, Selasa (14/9).

Dia menjelaskan petisi yang targetnya 100 ribu tanda tangan itu tidak hanya menyasar honorer non-K2 tetapi juga K2. 

Sanur berharap honorer peserta tes PPPK guru 2021 yang tanda tangan petisi itu lebih dari 100 ribu orang agar pemerintah mau memberikan kebijakan khusus.

Guru honorer menggalang 100 ribu tanda tangan untuk mengajukan petisi agar peserta tes PPPK guru 2021 mendapatkan tambahan afirmasi.