PLN Dinilai jadi Tulang Punggung Mencapai Target NZE Indonesia

PLN Dinilai jadi Tulang Punggung Mencapai Target NZE Indonesia
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi menyatakan sebagai upaya mendukung upaya transisi energi, perseroan sedang merevisi rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL). Foto: dok IDE KataData

jpnn.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) dinilai menjadi tulang punggung Indonesia dalam transisi energi menuju nol emisi bersih (net zero emission/NZE).

Sebab, perusahaan pelat merah itu memiliki andil besar dalam menekan emisi, terutama di sektor ketenagalistrikan.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi menyatakan sebagai upaya mendukung upaya transisi energi, perseroan sedang merevisi rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).

Hal itu diungkapkan Evy dalam Indonesian Data Economic and Conference (IDE) Katadata 2024 di Jakarta, Selasa (5/3).

"Dalam RUPTL 2021-2030, rencana pengembangan pembangkit listrik mencapai 40,6GW. Jumlah tersebut, sebanyak 20,9 GW atau 52 persen berasal dari EBT. RUPTL tersebut diyakini menjadi yang paling hijau sepanjang sejarah Indonesia," beber Evy Haryadi.

PLN juga menyusun perencanaan baru yang akan berlaku sampai dengan 2040. PLN membidik penambahan porsi pembangkit listrik EBT mencapai 60 gigawatt (GW).

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 persen di antaranya merupakan pembangkit EBT, seperti air, surya, dan panas bumi. Sisanya 25 persen akan berasal dari gas," ungkap Evy Haryadi.

Menurut Evy Haryadi, sebagai upaya mengurangi penggunaan fosil, PLN menghapus dari perencanaan ihwal pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebesar 13,3 GW.

PT PLN (Persero) dinilai menjadi tulang punggung Indonesia dalam transisi energi menuju nol emisi bersih (net zero emission/NZE).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News