Polda Metro: 23 Polisi Terluka saat Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja

Polda Metro: 23 Polisi Terluka saat Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA/Fianda Rassat

jpnn.com, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 23 personel polisi terluka dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh, Kamis (8/10) kemarin.

"Memang betul ada 23 personil Polri, yang luka selama kegiatan pengamanan demo di sana kemarin," ungkap Yusri kepada wartawan, Jumat (9/10).

Mantan Kapolres Tanjungpinang itu mengatakan Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto menjadi salah satu korban yang terluka karena terkena lemparan batu saat menghalau para demonstran di Jalan Daan Mogot, Tangerang.

"Kena lempar batu pada saat menghalau para pedemo akan melakukan kegiatan-kegiatan kekerasan," ujar Yusri.

Diketahui, aksi unjuk rasa menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja terjadi di beberapa lokasi baik di Jakarta, Bekasi dan Tangerang, Kamis kemarin. Unjuk rasa tersebut berujung ricuh.

Massa bentrok dengan polisi yang menembakkan gas air mata untuk menghalau demonstran.

BACA JUGA: MS Kerap Berduaan dengan Anak Adik Kandungnya, Saat Rumah Sepi, Terjadilah

Massa berbuat anarkis dengan merusak perkantoran dan membakar sejumlah fasilitas umum di Jakarta. (mcr3/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 23 personil polisi terluka dalam aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law-Cipta Kerja yang berujung ricuh, Kamis (8/10) kemarin


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News