Politikus Gerindra Ungkap Penyebab Revisi UU ASN Ngadat

Politikus Gerindra Ungkap Penyebab Revisi UU ASN Ngadat
Massa honorer K2 saat aksi pada Hari Buruh, 1 Mei 2018. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Revisi Undang-Undang 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) diharapkan bisa menjadi pintu masuk pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS. Namun, hingga Jumat (25/5) pembahasan revisi UU ASN ngadat.

Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan penyebab belum jalannya pembahasan revisi UU ASN itu adalah parlemen dan DPR belum satu suara.

"DPR menganggap perlu ada revisi. Tapi pemerintah masih keberatan. Ingin memberdayakan peraturan pemerintah dulu," kata Riza, Jumat (25/5).

Politikus Gerindra itu mengakui bahwa salah satu semangat revisi UU ASN adalah mencarikan landasan hukum persoalan tenaga honorer. Dia mengatakan dengan regulasi yang ada sekarang, pemerintah tidak bisa mengangkat tenaga honorer.

BACA JUGA: Jadwal Pembahasan Revisi UU ASN Tergantung Pemerintah

Di antaranya terbelenggu syarat usia CPNS (calon pengawai negeri sipil) baru, yakni maksimal 35 tahun. Padahal, di lapangan banyak tenaga honorer usianya lebih dari itu. Sehingga muncul keinginan batas usia khusus untuk honorer, ditoleransi sampai 45 tahun. (wan/ttg)


Revisi UU ASN yang diharapkan menjadi payung hukum pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS, hingga saat ini tidak jelas proses pembahasannya.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News