PR Busyro, Bentuk Penyidik Mandiri

PR Busyro, Bentuk Penyidik Mandiri
PR Busyro, Bentuk Penyidik Mandiri
JAKARTA -- Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution berharap, dengan adanya tiga pimpinan baru pada tiga lembaga, yakni Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas, ada percepatan pemberantasan korupsi. Ketiganya harus kompak dan bersinergis.

"Mudah-mudahan mereka bertiga bisa sinergi, tidak perlu ada yang merasa lebih tinggi. Harus ada teamwork, atau kerjasama, UU termasuk Hukum acara harus kita ubah. Tapi pelan-pelan lah," kata Adnan Buyung Nasution kepada wartawan di Jakarta, JUmat (26/11).

Khusus ke KPK, Buyung mendesak agar segera membentuk tim investigator sendiri, yang tidak tergantung pada kepolisian. Pasalnya, para penyidik KPK mayoritas dari kepolisian. Begitu pun, jaksa penuntutnya pun dari kejaksaan. Pembentukan penyidik dan jaksa yang mandiri, kata Buyung, sangat penting agar KPK tidak punya ketergantungan kepada instansi lain.

"Jangan pinjam dari polisi dan jaksa lagi. Ini termasuk kesalahan saya dulu, membentuk KPK, kita tidak pikirkan bahwa KPK butuh penyidik-penyidik independen. Kita pikir pinjem dari polisi bisa lah, yang bersih-bersih. Tapi kenyataannya malah membuat KPK amat menjadi ketergantungan, dan obyektifitasnya diragukan. Karena pemeriksanya separoh kaki di kepolisian, separoh di KPK," ungkapnya. (sam/jpnn)
Berita Selanjutnya:
Kasus Gayus akan Dikeroyok

JAKARTA -- Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution berharap, dengan adanya tiga pimpinan baru pada tiga lembaga, yakni Kapolri Jenderal Timur Pradopo,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News