Prabowo : Pemilu Bisa Dipalsukan

Prabowo : Pemilu Bisa Dipalsukan
Prabowo ditengah massa. Foto; Agus Srimudin
JAKARTA – Calon Presiden RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah segera membenahi pelaksanaan pemilihan umum. Bila Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak diperbaiki, Prabowo mengancam menggalang kekuatan bersama sejumlah parpol lain untuk meminta pemilu ditunda.


“Kalau pemilu palsu, menurut kamu bagaimana? Kita akan lihat perkembangan, kalau tidak beres kita minta pemilu diundur. Kami yakin dukungan untuk Gerindra sangat besar. Tapi jangan khianati demokrasi dengan DPT yang disinyalir palsu,” tukas Prabowo.


Menurut dia, memunda pemilu adalah langkah terbaik bila masih ada kecurangan. “Pelaksanaan pemilu itu harus utuh, karena ini adalah pilar demokrasi kita. Kalau pemilu dilakukan dengan curang dan tidak benar, berarti pemilu palsu, tidak benar, untuk apa kita jalankan. Bangsa Indonesia akan ditertawakan oleh dunia, DPR tidak akan punya legitimasi, jangan !,” cetusnya.


Prabowo mengutarakan, dirinya bersama sejumlah pimpinan parpol akan berjuang keras untuk menjadikan pemilu tanpa dicederai. “Itu masalahnya kalau pemerintah tidak legitimasi, bahaya. Pertandingan sepakbola saja, kalau wasitnya curang, apa yang terjadi, tawuran kan, ini sangat serius kan. Itulah yang kami bicarakan dengan PDI Perjuangan dan beberapa parpol lain, termasuk nanti dengan ketua PPP Suryadharma Ali.”


“Gerindra akan membawa persoalan (DPT disinyalir palsu) ini dalam pertemuan beberapa parpol. Nanti kita lihat bagaimana reaksi pemerintah, kita mau dengar. Mudah-mudahan, kita imbau pemerintah dan KPU untuk benar-benar segera membereskan masalah keragu-raguan ini. DPT kita minta dibereskan dan disebarluaskan. Undangan segera karena pemilihan sudah dekat. Saya kira demikian,” beber dia.

JAKARTA – Calon Presiden RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News