JPNN.com

Prostitusi ABG di Bawah Umur Marak, Satpol PP Kekurangan Dana

Senin, 21 November 2011 – 14:39 WIB Prostitusi ABG di Bawah Umur Marak, Satpol PP Kekurangan Dana - JPNN.com
Prostitusi ABG di Bawah Umur Marak, Satpol PP Kekurangan Dana
TARAKAN – Jaringan prostitusi yang melibatkan anak-anak baru gede (ABG) menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan. Bahkan seperti disampaikan Kepala Satpol PP Tarakan Dison SH, modus prostitusi melalui media telepon atau yang biasa disebut call girl (gadis panggilan) yang melibatkan gadis di bawah umur, belakangan semakin marak di Tarakan.

Dison, saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu menuturkan, pihaknya sedang merencanakan beberapa langkah dalam menyikapi maraknya prostitusi yang dianggap semakin marak di bumi Paguntaka ini. Di antaranya adalah tentang jaringan seks komersil yang menjangkit anak di bawah umur atau lebih kerennya ABG.

 

Modus ini, kata Dison, tergolong rapi dan sulit. Apalagi istilah Call Girl (perempuan panggilan) saat ini sedang tren di Tarakan. Tidak tanggung-tanggung usianya sekitar 13 hingga 14 tahun. Menghadapi masalah ini (prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur), pihaknya mengaku sedikit kesulitan. Salah satu kendalanya adalah persoalan dana.

“Sebenarnya kita sangat serius menghadapi persoalan semacam ini. Dan cara yang akan kita tempuh sudah dalam perencanaan ke depan. Hanya saja, kami sedikit terhalang di dana. Kita gambarkan saja, misalnya salah satu anggota yang kami utus nanti harus ditempatkan di suatu kos-kosan yang pernah melibatkan kasus tersebut. Otomatis dia harus ngekos, untuk bisa melacak jaringan ini. Hal ini tidak hanya membutuhkan waktu satu minggu atau dua minggu saja. Dia (anggota yang diutus, red) butuh dana untuk kos dan lain-lainnya, hingga sampai benang merahnya ditemukan. Kemungkinan bisa mencapai tiga bulan atau bahkan lebih,” urai Dison.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...