JPNN.com

PSI: Skema Bank Jangkar Bakal Munculkan Masalah Baru

Sabtu, 16 Mei 2020 – 18:08 WIB PSI: Skema Bank Jangkar Bakal Munculkan Masalah Baru - JPNN.com
Juru Bicara PSI, Benny Kisworo. Foto: Facebook

jpnn.com, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritisi rencana kebijakan yang akan menjadikan sejumlah bank-bank terbesar di Indonesia untuk menjadi penyangga likuiditas atau Bank Jangkar bagi industri perbankan. Karena akan membuat bank-bank sehat akan ikut bermasalah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bank-bank yang selama ini menjadi pemasok di pasar uang antarbank (PUAB) akan menjadi Bank Jangkar. Fungsi Bank Jangkar ini adalah penyedia likuiditas bagi bank-bank yang mengalami masalah likuiditas akibat Covid-19 atau disebut Bank Pelaksana.

Bantuan likuiditas ini akan diperoleh Bank Pelaksana dengan menggadaikan kreditnya kepada Bank Jangkar.

“Skema kebijakan ini harus diperiksa ulang. Jika bank-bank sehat diminta menyangga persoalan bank-bank bermasalah, akan ada masalah baru. Bank sehat sangat mungkin ikut terjerat problem bank yang disangganya,” kata Juru Bicara PSI, Benny Kisworo, dalam keterangan tertulis, Sabtu (16//5/2020).

Benny menyatakan jika ada bank-bank nasional yang bermasalah, cukup diselesaikan secara business to business saja. “Bisa restrukturisasi, penundaan pembayaran bunga atau pokok utang,” ujarnya.

Benny juga menegaskan para pengelola bank sehat sekarang sudah sibuk mengurusi kredit macet dari para debiturnya sendiri. Jangan ditambah kredit-kredit masalah dari bank lain.

Bagaimana pun, lanjut Benny, menjadi bank penyangga akan memunculkan risiko dan tanggung jawab tambahan.

“Bank jangkar dapat bermasalah, jika tidak terdapat acuan pengelolaan dana dan mekanisme penyaluran yg tertuang dalam payung hukum. Jangan sampai nanti Bank jangkar ini menjadi bemper atas resiko-resiko yg sangat mungkin terjadi. Terutama seperti pada kebijakan BLBI misalnya,” ungkap Benny.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri