PT Foster Hengkang dari Batam, Pindahkan Pabrik ke Tilawah Myanmar

PT Foster Hengkang dari Batam, Pindahkan Pabrik ke Tilawah Myanmar
Buruh pabrik di kawasan Industri Batam. Foto Ilustrasi: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Hal yang pasti itu, jika kondisi tak kondusif, maka bisa saja pabrik di Batam ditutup, dialihkan ke negara saingan lainnya,” jelasnya lagi.

Di tempat yang sama, Manager and General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing mengatakan Foster tutup sejak Januari 2019.

“Keputusan tutup dari headquarter (HQ) memang belum diumumkan. Saat ini, jumlah karyawan tinggal tujuh orang untuk urusan administrasi,” jelasnya.

Tjaw mengungkapkan Foster memiliki karyawan 1.166 orang sampai dengan 2018.

“Proses PHK berjalan dengan lancar. Sampai saat ini, mereka tetap memberi laporan kepada BKPM,” jelasnya lagi.

BACA JUGA: Ismail Hasani: Intimidasi Mahasiswa Papua di Sejumlah Daerah Cederai Kemanusiaan

Foster sudah merencakan relokasi pabrik sejak beberapa tahun lalu. Tjaw menuturkan bahwa proses relokasi membutuhkan waktu tiga sampai lima tahun.

“Tahun pertama dan kedua, mereka akan survei lokasi dan kajian, tahun ketiga mulai pembangunan gedung produksi, tahun keempat melakukan testing dan comissioning dan tahun kelima, mulai operasi penuh,” paparnya.(leo)


Salah satu perusahaan besar di Batam, PT Foster memutuskan memindahkan pabriknya dari Batam ke Tilawah, Myanmar. Hengkangnya perusahaan elektronik ini dikarenakan sejumlah faktor. Salah satunya disebut karena iklim investasi di Batam, Kepri, kurang k


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News