Ramses: Masalah e - KTP Belum Cukup Gerus Dukungan ke Jokowi

Ramses: Masalah e - KTP Belum Cukup Gerus Dukungan ke Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil foto bersama Babinsa di Balairung Pinang Masak, Universitas Jambi, Minggu (16/12). Foto: Biro Pers

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai dukungan mayoritas masyarakat makin condong ke pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Ramses mengatakan, dukungan untuk Jokowi - Ma'ruf tidak hanya terlihat dari terus mengalirnya dukungan yang diberikan tokoh-tokoh nasional, tapi juga melihat capaian kinerja Jokowi memimpin Indonesia selama empat tahun terakhir.

"Melihat kondisi yang ada, saya kira permasalahan terkait e-KTP tidak akan memengaruhi elektoral Jokowi-Amin. Apalagi persoalan yang mengemuka juga murni pidana dan tidak ada korelasinya dengan politik," ujar Ramses kepada JPNN, Senin (17/12).

Meski demikian, Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini memprediksi, isu terkait e-KTP tetap akan coba digiring pihak tertentu ke ruang politik.

"Namun, saya kira permasalahan e-KTP yang mengemuka tidak cukup untuk menggerus dukungan terhadap Jokowi di Pilpres 2019," ucapnya.

Pengajar di Universitas Mercua Buana ini juga menilai, kekhawatiran e-KTP bakal disalahgunakan di pilpres muncul dari lawan politik Jokowi yang sengaja menghubungkan kasus pidana ke arena politik.

"Dari yang saya cermati selama ini, oposisi kerap bermain dengan hal-hal demikian dan sengaja dipoles seolah-olah kasus hukum ada motif politiknya dan sesungguhnya itu bagian dari membangun opini publik," pungkas Ramses. (gir/jpnn)


Ramses menilai dukungan mayoritas masyarakat makin condong ke Joko Widodo - Ma'ruf Amin.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News