Razia Pekat, Pak Kapolsek tak Terima Pintu Kamarnya Didobrak

Razia Pekat, Pak Kapolsek tak Terima Pintu Kamarnya Didobrak
Suasana di Mapolres Siantar usai razia. Foto: metrosiantar/JPG

Apalagi setelah diketahui pemilik kos Toharik membuat laporan pengaduan.

“Kalau diizinkan, seharusnya pakai kunci, bukan mendobrak. Logikanya kan seperti itu,” ujar Kapolsek Siantar Barat Iptu Jasaman Sidabutar kepada Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Satpol PP, Arpin Sinaga.

Mendengar perkataan Jasaman, Arpin kemudian mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan persetujuan untuk mendobrak pintu kos-kosan yang dihuni Jasaman.

“Kami mendobrak pintu berdasarkan persetujuan bapak Toharik,” tegasnya.

Adu mulut pun terus terjadi. Arpin yang tak ingin keributan terus terjadi kemudian meminta izin kepada Jasaman untuk meninggalkan lokasi tersebut.

“Kalau mau dilaporkan, ya kami siap. Saya izin pak,” ucapnya sembari menjulurkan tangannya untuk menyalam Jasaman.

Sayangnya, Jasaman menolak berjabat tangan dengan Arpin. Jasaman kemudian berbicara dengan nada tinggi.

“Kok mengancam pula kau. Kutangkap nanti kalian semua,” katanya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dan kepolisian menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di Jalan Seram Bawah, Kelurahan Bantan, Siantar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News