Rektorat ITB Cuci Tangan

Soal Kasus Tewasnya Mahasiswa Jurusan Geodasi ITB saat OPSPEK

Rektorat ITB Cuci Tangan
Rektorat ITB Cuci Tangan
JAKARTA - Pihak Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan tidak bertanggung jawab atas tewasnya Dwiyanto, mahasiswa jurusan Geodesi akibat mengikuti kegiatan Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) pada 8 Februari lalu. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan ITB DR Widyo Nugroho masih berkilah dengan menyebut kegiatan tersebut ilegal karena sejak tahun 2000 ITB sudah melarang kegiatan mahasiswa yang berbau Ospek.

"Bahkan sejak tahun 2006, 2007, dan 2008, kita membuat surat perjanjian dengan semua orang tua mahasiswa baru agar mereka melarang anaknya ikut kegiatan Ospek," ujar Widyo Nugroho dalam diskusi bertema 'Ospek Maut Terulang Lagi' di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD, Senayan, Jumat (13/2).

Lebih lanjut Widyo menjelaskan, karena secara resmi pihak rektorat sudah mengeluarkan kebijakan pelarangan seperti itu, maka ITB secara institusi tidak bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum. "Secara hukum ITB tidak bisa dituntut. Yang harus dituntut adalah Ikatan Mahasiswa Geodesi," ujar Widyo dengan nada bersemangat.

Tanggung jawab ITB, masih kata Widyo, adalah dalam aspek penindakan kepada para mahasiswa Geodesi yang terlibat. Dikatakan, saat ini pihaknya telah selesai melakukan penyelidikan dan penyidikan internal untuk menindak para mahasiswa yang terlibat. "Pekan depan Komisi Penerapan Norma Kemahasiswaan akan bersidang untuk menjatuhkan sanksi. Apakah itu nanti sanksi teguran, skorsing, atau pemecatan," bebernya.

JAKARTA - Pihak Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan tidak bertanggung jawab atas tewasnya Dwiyanto, mahasiswa jurusan Geodesi akibat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News