Sadis! Korban Disiksa Berkali-kali Lalu Dibakar

Sadis! Korban Disiksa Berkali-kali Lalu Dibakar
Prarekonstruksi memperlihatkan tersangka Ade Irawan Putra alias Bocet menikam kepala Rudi lelek dengan obeng yang disimpannya di pinggang sebelah kanan. Foto: Riau Pos/JPNN

"Ada kamu ambil handphone saya?" kata korban kepada Bocet.

Mendengar itu Bocet menjadi tersinggung. Setelah dijawabnya "tidak ada saya ambil" kemudian Bocet langsung merangkul dan mengapit kepala Rudi dengan tangan kiri. Selanjutnya, korban yang masih terapit dibawa ke belakang bengkel tempel ban. Kemudian dengan tangan kanannya Bocet mengambil obeng yang disimpannya di pinggang sebelah kanan.

Tampa diduga-duga oleh korban, Bocet menikamkan obeng tersebut ke kepala korban sebanyak dua kali. Korban yang sedang terluka itu lalu diseret Bocet ke depan bengkel.

Setibanya di depan bengkel, tersangka Suprianto alias Gendon dan tersangka Budi (keduanya diperagakan orang lain) langsung turun dari motor untuk menghampiri tersangka Bocet dan memukul kepala korban berkali-kali. Sedangkan Bocet pun kembali menikam kepala korban sebanyak dua kali.

Kemudian Hijrah alias Dait yang sebelumnya masih di parkiran datang membawa motor dan memukul pundak korban sambil mengatakan, "Naiklah". Kemudian tersangka Bocet mengancam korban dengan mengatakan, "Kalau mau aman naiklah ke motor".

Korban yang sudah lemah akibat luka tikaman obeng itu oleh Bocet dipaksa untuk menaiki motor Honda Beat. Melihat itu saksi Cindy minta tolong sambil menangis melihat perlakuan pelaku terhadap korban.

Mendengar teriakan Cindy, kemudian Suprianto alias Gendon yang dibonceng Budi mengancam Cindy menggunakan sebilah pisau. Sehingga Cindy hanya terdiam karena ketakutan. Kemudian Bocet meminta Dait membawa korban ke Rumbai melewati Jalan Pasar Wisata dan lurus memasuki Jalan Kota Baru. Setelah itu masuk ke Jalan Perdangan dan jembatan Leighton I.

Setibanya di persimpangan lampu merah Jalan Yos Sudarso. Bocet kemudian meminta Dait membawa korban ke Jalan Paus, Rumbai pesisir ke tempat pemakaman umum. Namun karena situasi orang sedang ramai, Bocet lalu meminta Dait membawa korban ke Jalan Umban Sari masuk ke tanah kosong yang dikelilingi tembok.
     
Setelah tiba di lokasi yang dikelilingi tembok itu, korban disuruh turun sambil tangannya ditarik oleh Bocet. Setelah diturunkan, selanjutnya korban disuruh jongkok di atas tanah. Saat korban terduduk, Bocet langsung meninju pipi kanan korban dan kembali menikam korban dengan obeng di bagian pipi sebelah kanan.

PEKANBARU - Sadis! Itulah aksi yang diperlihatkan Ade Irawan Putra alias Bocet (25) dan tiga rekannya saat menghabisi nyawa Rudi Adi alias Lelek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News