Salah Kaprah Soal Tekanan Angin Ban Saat Musim Hujan

Salah Kaprah Soal Tekanan Angin Ban Saat Musim Hujan
Ilustrasi berkendara saat melibas genangan air di Jalan Margonda Raya. Foto: ridha/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebagai pengendara, sudah wajib hukumnya memeriksa seluruh komponen yang ada pada kendaraan sebelum digunakan, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini.

Salah satu yang harus diperhatikan ialah kondisi tekanan angin pada ban kendaraan baik itu motor maupun mobil. Karena ban merupakan salah satu komponen cukup vital, kondisi ban kendaraan harus mendapatkan perhatian ekstra pada musim hujan.

Instruktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) Adrianto Sugiarto Wiyono menuturkan, agar setiap pengendara saat musim hujan bisa memastikan tekanan ban harus stabil tidak boleh berkurang atau berlebihan.

"Kebanyakan pengendara ada yang menurunkan tekanan angin saat musim hujan. Dalam konteks untuk mendapatkan traksi emang benar, tapi untuk mendapatkan stabilitas akan berkurang. Risiko terjadi kecelakaan itu atau terjatuh sudah pasti bisa terjadi," kata Adrianto kepada JPNN.com, di Jakarta, Rabu (5/12).

Kemudian, lanjut Adrianto, semakin berkurang tekanan angin itu maka tapak ban yang dipakai tidak banyak yang menyentuh ke aspal, bahkan ban tersebut ada yang melengkung ke dalam.

"Kalau ban sudah melengkung ke dalam yang ada tapak yang menempel itu sangat sedikit. Hal itulah yang menyulitkan pengendara ketika bermanuver," jelas Adrianto. (mg9/jpnn)


Sebagai pengendara, sudah wajib hukumnya memeriksa seluruh komponen pada kendaraan sebelum digunakan, apalagi saat musim hujan terutama tekanan angin pada ban.


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News