Sampit Dinyatakan KLB Diare

Sampit Dinyatakan KLB Diare
Sampit Dinyatakan KLB Diare
Dua lembaga penyedia air besih ini dicurigai sebagai salah satu pemicu menyebarnya wabah tersebut. Pasalnya, melihat dari titik lokasi tempat tinggal penderita, rata-rata terdapat akses saluran air ledeng serta rata-rata juga mengkonsumsi air kemasan isi ulang dan sangat kecil kemungkinan mengkonsumsi air tanah.

Dirinya yakin, jika wabah diare tersebut menyebar bukan hanya karena perantara binatang saja seperti halnya oleh lalat yang hinggap pada makanan. Tetapi dirinya juga menenggarai penyebaran terjadi akibat pola hidup bersih masyarakat yang masih kurang dibudayakan serta pola menjaga kebersihan makanan dan minuman.

”Seperti halnya dalam hal mengkonsumsi air minum, masih ada yang mencampur air mentah dengan air mendidih, atau hanya mengkonsumsi air mentah yang disaring meskipun air tersebut berasal dari PDAM. Hal ini sangat rentan terjadi penularan diare terutama pada anak-anak usia balita. Karena meskipun air itu nampak bersih, bening dan tidak berbau namun secara bakteri belum tentu aman. Karena itu memasak air sampai mendidih sebelum dikonsumsi itu sangat penting  untuk mencegah penularan diare, begitu juga halnya dengan budaya cuci tangan dengan sabun sebelum makan,” terang mantan direktur  RSUD dr Murjani ini.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya berusaha keras menjamin ketersediaan obat-obatan di setiap puskesmas terutama tablet Zinc untuk diberikan kepada pasien yang sudah sembuh agar tidak lagi terkena diare. Untuk pelayanan rawat inap, Yuendri mengatakan saat ini masih mengandalkan RSUD dr Murjani serta Puskesmas Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan bagi para penderita yang berasal dari wilayah selatan Kotim.(gus)

SAMPIT– Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Yuendri Irawanto mengatakan terjadi peningkatan jumlah penderita diare selama bulan Juli 2011 lalu.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News