Sebelum Keke Ditemukan Tewas, Sang Kakek Diancam & Diminta Isi Gopay Rp 20 Juta

Sebelum Keke Ditemukan Tewas, Sang Kakek Diancam & Diminta Isi Gopay Rp 20 Juta
Proses evakuasi Keyla Septa Saputri Ayu alias Keke oleh petugas, Senin (25/7). Foto: Diky Yohanes Aritonang/Jambi Ekspres

jpnn.com, JAMBI - Effendi, Kakek atau Datuk dari korban Keyla Septa Saputri Ayu alias Keke mengaku menerima ancaman dan pemerasan seusai cucunya hilang, Sabtu (23/7).

Ancaman itu dikirim melalui SMS dan meminta Effendi sekeluarga mencabut laporan kehilangan Keke yang sudah dibuat di Polres Kota Baru.

“Katanya kalo saya tidak cabut laporan saya tidak akan ketemu lagi dengan cucu saya,” lanjutnya didampingi Helmi, Ketua RT 28, di rumahnya RT 28 Kelurahan Rawasari Kecamatan Alam Barajo, Selasa (26/7)

Pengirim SMS kata Effendi sepertinya mengetahui mereka telah membuat laporan ke Polsek Kotabaru setelah Keke dinyatakan hilang dan dicari warga sekitar tak ada.

“Jadi saya jawab saja iya saya cabut laporan, tetapi tidak saya cabut,” lanjutnya lagi.

Tak hanya mengancam tak bisa ketemu cucu lagi, pengirim SMS itu juga meminta sejumlah uang.

“Dia minta diisi gopay senilai Rp 20 Juta,” kata Effendi.

Semua yang terkait dengan sms ancaman ini telah dilaporkan Effendi juga ke pihak kepolisian dan sedang dilakukan penyelidikan.

Effendi, Kakek atau Datuk dari korban Keyla Septa Saputri Ayu alias Keke mengaku menerima ancaman dan pemerasan seusai cucunya hilang, Sabtu (23/7).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News