Sejarah Membuktikan Bahwa Indonesia Merupakan Bangsa Besar dan Penguasa Iptek

Sejarah Membuktikan Bahwa Indonesia Merupakan Bangsa Besar dan Penguasa Iptek
Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara/SN) Hasto Kristiyanto membuka Kongres Kedua Senapati Nusantara di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (17/9). Foto: DPP PDIP

"Bayangkan kalau 226 alat musik itu bermain bersama-sama, ini jadi orkestrasi luar biasa," jelas dia.

Meski demikian, lanjut Hasto, penjajahan kolonialisme Belanda selama sekitar 350 tahun membuat rakyat Nusantara terpukul.

"Kita kemudian menjadi bangsa terjajah, mental terjajah, kemudian bangsa yang tidak memiliki suatu percaya diri. Karena sekian ratus tahun diperlakukan sebagai inlander sebagai bangsa bodoh, tidak punya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan ilmu dan teknologi yang masa Majapahit sudah luar biasa," jelas dia.

Setelah merdeka, Bung Karno mencoba untuk memperbaiki itu. Falsafah dasar negara Pancasila yang digali Bung Karno dari bumi Nusantara diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri masyarakat Indonesia.

"Pancasila suatu falsafah yang hidup di dalam dan mengakar dari sejarah Nusantara," jelas Hasto.

Sementara itu, Ketua Umum Senapati Nusantara Nurjianto dalam sambutannya mengatakan dalam kongres ini pihaknya juga menampilkan 77 tosan aji terbaik. Angka 77 ini juga mewakili kemerdekaan RI yang berulang tahun ke-77.

Dalam acara ini, Ketua Dewan Pembina SN sekaligus anggota DPR RI Idham Samawi serta anggota Dewan Pertimbangan SN KH Nuril Arifin Husein, perwakilan dari Kraton Yogyakarta, pihak dari Istana Kepresidenan Yogyakarta, serta 73 ketua paguyuban, lembaga, dan komunitas pelestari Tosan Aji.

Tosan aji adalah istilah dalam bahasa Jawa untuk segala jenis senjata tradisional yang terbuat dari besi yang dianggap sebagai pusaka. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Hasto Kristiyanto menyampaikan Indonesia memiliki sejarah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi yang bahkan turut berkontribusi atas peradaban dunia.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News