Sekularisme Turki Terancam

Mayoritas Rakyat Setuju Amandemen UUD

Sekularisme Turki Terancam
Sekularisme Turki Terancam
Negara-negara Barat menyambut baik hasil referendum yang menguntungkan AKP tersebut. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama langsung menelpon Erdogan untuk mengucapkan selamat. "AS turut merasakan getaran semangat demokrasi di Turki lewat referendum tersebut," ungkap Gedung Putih dalam pernyataan resminya.

Bersamaan dengan itu, Jerman dan Komisi UE juga memberikan ucapan selamat. Tapi, oposisi Turki justru khawatir dominasi AKP akan membuat Turki menanggalkan predikat sekulernya. Sebab, selama ini, partai yang dipimpin Erdogan itu dianggap terlalu condong pada norma-norma Islam dalam menetapkan kebijakan. Padahal, Turki adalah negara sekuler yang memisahkan kehidupan pemerintahan dari agama. (hep/ami)


ANKARA - Undang-Undang Dasar (UUD) Turki segera mengalami perubahan. Ini setelah hasil referendum yang diumumkan kemarin (13/9) mendukung amandemen


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News