Sembilan Bulan, 28 Pengidap AIDS di Batam Meninggal

Sembilan Bulan, 28 Pengidap AIDS di Batam Meninggal
Sembilan Bulan, 28 Pengidap AIDS di Batam Meninggal
Jika ditotal, delapan tahun terakhir, sebut Siska, warga Batam yang meningal karena terjangkit HIV-AIDS mencapai 248 orang dari 1.967 orang penderita HIV/AIDS yang terdata. “Jumlah ini juga belum termasuk yang tewas akibat HIV-AIDS di klinik khusus HIV-AIDS di RSUD Batuaji dan RS Elizabeth,” kata Siska.

Penyebaran virus mematikan itu, kata Siska, lebih dari 70 persen akibat hubungan seks berganti pasangan (heteroseks) yang didominasi oleh kaum pria di Kota ini. Hanya sekitar 11 persen melalui jarum suntik, serta 10 persen akibat hubungan seks sejenis alias homoseks dan lesbian.

“Lebih banyak laki-laki yang terjangkit HIV-AIDS daripada wanita. Umumnya mereka (penderita, red) melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu perempuan. Ini membahayakan,” ujar dokter Siska di ruang kerjanya kemarin (21/10).

Untuk wilayah paling banyak ditemukannya ODHA, kata Siska, sekitar 33 persennya  warga yang tinggal di Lubukbaja, disusul Batuampar 30 persen, Batuaji 30 persen, Nongsa 24 persen dan Batam Kota 24 persen.

BATAM - Sebanyak 28 orang dari 100 penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Batam meregang nyawa dalam kurun waktu Januari-September

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News