Senasib sama Indonesia, Malaysia Pilih Tak Remehkan Covid-19

Senasib sama Indonesia, Malaysia Pilih Tak Remehkan Covid-19
QR Code MySejahtera yang terpasang di stasiun MRT Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Minggu (19/6/2022). Foto: ANTARA/Virna P Setyorini

jpnn.com, PUTRAJAYA - Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia Khairy Jamaluddin meminta masyarakat jangan menganggap enteng kenaikan kasus COVID-19 dan tetap menggunakan masker di tempat tertutup dan ramai.

Lebih dari 110 negara telah mencatat peningkatan kasus COVID-19 yang didorong adanya dua subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang menyebar cepat, kata Khairy dalam pernyataan di akun resmi media sosialnya yang diakses dari Kuala Lumpur, Rabu.

Selain Malaysia, negara tetangga seperti Singapura dan Indonesia juga sedang mengalami peningkatan kasus, ujar dia.

"Jangan anggap enteng situasi ini. Banyak di sekitar kita yang belum terinfeksi COVID-19 selama dua tahun terakhir sekarang terinfeksi," kata Khairy.

Ia meminta masyarakat untuk tetap memakai masker saat berada di tempat tertutup dan ramai, serta menjalankan test, report, inform, isolate, seek (TRIIS), selain meminta manula dan kelompok berisiko untuk mengambil suntikan vaksin penguat (booster) kedua.

Berdasarkan situasi saat ini di mana terjadi peningkatan kasus termasuk kategori 3, 4 dan 5 serta subvarian Omicron B.5 yang sudah terdeteksi di Malaysia, Kementerian Kesetahan Malaysia (KKM) memberikan imbauan kepada masyarakat yang hendak merayakan Hari Raya Idul Adha untuk memastikan orang di sekeliling juga selamat dari COVID-19.

KKM mengimbau agar kegiatan dilaksanakan di luar ruang, selain juga memastikan sirkulasi udara baik sekiranya harus berkumpul di dalam ruangan.

Selanjutnya, masyarakat harus memastikan berkumpul dalam kelompok yang kecil saja, serta menjaga jarak fisik. Penggunaan masker dilakukan dengan benar bila berada dalam keadaan yang berisiko.

Selain Malaysia, negara tetangga seperti Singapura dan Indonesia juga sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News